Polda Kalsel Ungkap 15 Aplikasi Berisi Malware, Warga Diminta Segera Hapus

FaktaNow.com, Banjarmasin – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan memperingatkan masyarakat terkait ancaman 15 aplikasi berbahaya yang mengandung malware dan sudah tersebar luas di perangkat ponsel pintar. Temuan ini menunjukkan bahwa penyebaran malware tak hanya berasal dari situs internet, namun juga sudah masuk ke toko aplikasi resmi.

Dalam laporannya, Ditreskrimsus menyebutkan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut kebanyakan menyamar sebagai layanan pinjaman online (pinjol) dan berhasil menipu jutaan pengguna. Aplikasi ini dapat mencuri data pribadi hingga keuangan korban, serta bahkan menguras isi rekening. McAfee, perusahaan keamanan siber global, menyatakan bahwa seluruh aplikasi dalam daftar tersebut teridentifikasi sebagai pencuri data dengan metode yang menyerupai aplikasi keuangan resmi.

Para pelaku dengan mudah menduplikasi nama, logo, dan desain aplikasi legal, sehingga pengguna sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu. Beberapa aplikasi yang dimaksud bahkan sudah diunduh lebih dari satu juta kali.

Berdasarkan laporan dari CNBC Indonesia pada 9 April 2025, sebanyak 15 aplikasi telah diidentifikasi membawa malware jenis SpyLoan dan menjadi ancaman global. Wilayah sasaran tidak terbatas hanya di Amerika Selatan, Asia Selatan, dan Afrika, tetapi juga mencakup Indonesia. Tercatat, ada tiga aplikasi berbahaya yang telah menyerang pengguna di Indonesia.

Berikut daftar 15 aplikasi yang dimaksud, yang semuanya direkomendasikan untuk segera dihapus dari perangkat:

Préstamo Seguro-Rápido, Seguro

Préstamo Rápido, Credit Easy

Get Bath Easily-Quick Loan

RUPIAHKILAT – DANA CAIR

Borrow Happi – Loan

KREDITKU – UANG ONLINE

DANA KILAT – PINJAMAN KECIL

Happy Money

Cash Loan – Vay tiền

RapidFinance

PréPourVous

Huayna Money – Préstamo Rápido

ConseguirSol – Dinero Rápido

ÉcoPré En Ligne

IPréstamos: Rápido Credito

Ditreskrimsus Polda Kalsel mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mengunduh aplikasi, khususnya yang berkaitan dengan layanan keuangan. Verifikasi keaslian aplikasi dan baca ulasan pengguna sebelum mengunduh menjadi langkah awal untuk menghindari kejahatan siber.

 

Leave the first comment